Lewati ke konten
Mitos vs Fakta

10 Mitos dan Fakta Seputar Masa Nifas yang Perlu Diketahui Ibu

01 Agustus 2026 5 menit baca
10 Mitos dan Fakta Seputar Masa Nifas yang Perlu Diketahui Ibu

Masa nifas merupakan periode pemulihan yang dimulai setelah persalinan dan umumnya berlangsung sekitar enam minggu atau kurang lebih 40 hari. Di Indonesia, masa ini juga lekat dengan berbagai tradisi turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sebagian tradisi tersebut bertujuan membantu ibu menjalani masa pemulihan dengan lebih nyaman. Namun, tidak sedikit pula anggapan yang berkembang di masyarakat yang belum tentu sesuai dengan kondisi setiap ibu maupun pengetahuan kesehatan saat ini.

Lalu, mana yang termasuk mitos dan mana yang merupakan fakta? Berikut pembahasannya.

Mitos 1: Ibu Nifas Tidak Boleh Keramas

Fakta:

Tidak ada larangan umum bagi ibu nifas untuk mencuci rambut. Justru menjaga kebersihan tubuh, termasuk keramas sesuai kebutuhan, dapat membantu ibu merasa lebih nyaman selama masa pemulihan.

Yang perlu diperhatikan adalah menggunakan air dengan suhu yang nyaman dan mengeringkan rambut hingga tidak lembap, terutama jika ibu merasa sensitif terhadap udara dingin.

Mitos 2: Ibu Setelah Melahirkan Harus Berbaring Terus

Fakta:

Istirahat memang penting, tetapi bukan berarti ibu harus terus berada di tempat tidur sepanjang hari.

Setelah mendapat izin dari tenaga kesehatan, aktivitas ringan seperti berjalan perlahan dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi kekakuan otot. Aktivitas dilakukan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing ibu.

Mitos 3: Tidak Boleh Minum Banyak Air karena Luka Akan Lama Sembuh

Fakta:

Anggapan ini tidak benar. Tubuh justru membutuhkan cairan yang cukup untuk mendukung proses pemulihan dan menjaga kebutuhan hidrasi, terutama bagi ibu yang menyusui.

Minum air putih dalam jumlah yang cukup merupakan bagian dari pola hidup sehat selama masa nifas.

Mitos 4: Semua Makanan Harus Dipantang

Fakta:

Tidak semua makanan perlu dihindari. Sebagian besar ibu dapat mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, sayuran, buah-buahan, karbohidrat kompleks, dan sumber lemak sehat.

Pantangan makanan tertentu biasanya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing atau berdasarkan anjuran tenaga kesehatan.

Mitos 5: Menggunakan Jamu Bersalin Tidak Diperlukan

Fakta:

Jamu bersalin merupakan bagian dari tradisi perawatan pasca melahirkan yang masih banyak dijalankan di Indonesia. Bagi sebagian ibu, jamu menjadi pelengkap pola hidup sehat selama masa pemulihan.

Namun, penggunaan jamu sebaiknya dilakukan dengan memilih produk dari produsen terpercaya, mengikuti aturan penggunaan, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki kondisi medis tertentu.

Mitos 6: Semua Ibu Mengalami Masa Nifas yang Sama

Fakta:

Setiap ibu memiliki pengalaman pemulihan yang berbeda. Faktor seperti jenis persalinan, kondisi kesehatan, usia, tingkat aktivitas, dan dukungan keluarga dapat memengaruhi proses pemulihan.

Karena itu, tidak tepat membandingkan kondisi satu ibu dengan ibu lainnya.

Mitos 7: Nyeri Setelah Melahirkan Selalu Normal

Fakta:

Rasa tidak nyaman ringan memang umum terjadi selama masa nifas. Namun, jika nyeri terasa sangat hebat, disertai perdarahan berlebihan, demam, atau luka yang memburuk, ibu sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.

Mengenali tanda bahaya sejak dini merupakan bagian penting dari perawatan masa nifas.

Mitos 8: Ibu Nifas Tidak Boleh Berolahraga

Fakta:

Olahraga berat memang sebaiknya ditunda hingga tubuh pulih. Namun, aktivitas ringan seperti berjalan santai atau latihan yang direkomendasikan tenaga kesehatan dapat membantu tubuh kembali aktif secara bertahap.

Mulailah sesuai kemampuan dan hentikan jika muncul keluhan.

Mitos 9: Semua Tradisi Perawatan Nifas Pasti Salah

Fakta:

Tidak semua tradisi harus ditinggalkan. Banyak praktik tradisional yang bertujuan memberikan rasa nyaman bagi ibu, seperti pijat atau penggunaan jamu.

Yang terpenting adalah memastikan praktik tersebut dilakukan dengan aman, menggunakan produk yang berkualitas, serta tidak menggantikan pemeriksaan atau perawatan medis bila diperlukan.

Mitos 10: Masa Nifas Hanya Tentang Pemulihan Fisik

Fakta:

Selain perubahan fisik, ibu juga mengalami perubahan emosional akibat penyesuaian hormon dan peran baru sebagai orang tua.

Dukungan dari pasangan, keluarga, dan lingkungan sekitar sangat membantu ibu menjalani masa nifas dengan lebih tenang. Bila perasaan sedih, cemas, atau tidak berdaya berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Menjalani Masa Nifas dengan Bijak

Tradisi dan budaya merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Banyak keluarga tetap menjalankan perawatan tradisional selama masa nifas sebagai bentuk perhatian kepada ibu yang baru melahirkan.

Di sisi lain, informasi kesehatan terus berkembang. Menggabungkan kebiasaan baik, pola makan bergizi, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan diri, serta memilih produk perawatan yang terpercaya dapat menjadi langkah yang bijak dalam mendukung proses pemulihan.

Lengkapi Perawatan Masa Nifas dengan Jamu Bersalin

Sebagian ibu memilih melengkapi perawatan pasca melahirkan dengan jamu bersalin sebagai bagian dari tradisi keluarga.

Jamu Bersalin Lengkap Selapan Air Mancur hadir sebagai rangkaian produk perawatan tradisional yang digunakan secara bertahap selama masa pemulihan. Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan dan jadikan sebagai pelengkap pola hidup sehat selama masa nifas.

Kesimpulan Berbagai mitos tentang masa nifas masih banyak dipercaya hingga saat ini. Sebagian mungkin berasal dari pengalaman turun-temurun, sementara sebagian lainnya belum tentu sesuai dengan kondisi setiap ibu. Memahami perbedaan antara mitos dan fakta membantu ibu mengambil keputusan yang lebih tepat selama masa pemulihan. Dengan mengutamakan pola hidup sehat, mengikuti anjuran tenaga kesehatan, serta menjalankan tradisi yang aman, masa nifas dapat dilalui dengan lebih nyaman.
Beli Produk Sekarang