Cek Faktanya Jika Kamu Telalu Sering Mengkonsumsi Makanan Berbahan Kimia

Bahaya Terlalu Sering Mengkonsumsi Makanan Berbahan Kimia

Banyak dari kita yang makan tidak memikirkan makanan apa yang dimakannya. Ini karena tanpa sadar hal yang paling utama dalam memilih makanan biasanya adalah rasa enak yang diterima di lidah, dan selanjutnya tentu mengenyangkan. Karena itu, mungkin kita tidak banyak yang tahu makanan seperti apa saja yang mungkin ada bahan kimianya? Dan apa pengaruhnya jika kita makan makanan tersebut dalam jangka waktu yang lama?

Untuk itu, kita juga harus kenali bahan-bahan kimia berbahaya apa saja yang mungkin kita temui yang umumnya dimasukan ke dalam makanan?

  • Formalin

Bahan kimia yang paling kita sering dengar tentunya adalah formalin. Bahan ini biasa digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengawetkan makanan. Formalin tentu sangat murah dibandingkan alat dan bahan lain yang memiliki tujuan yang sama.

Beberapa waktu lalu, BPOM menyidak beberapa tempat dan menemukan formalin pada sampel teri nasi. Bahkan kandunannnya terbilang sangat tinggi. Apa efeknya? "Rhodamin dan formalin ini apabila dikonsumsi oleh manusia secara terus menerus akan meracuni tubuh kita, dan menyebabkan penyakit kanker" menurut Riza Zakia, petugas dari BPOM. (Sumber: detik.com)

  • Lemak Trans

Lemak trans menyebabkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah meningkat, serta menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Penelitian yang dipublikasi di US National Library of Medicine National Institute of Health menunjukkan bahwa lemak trans buatan memiliki efek yang lebih buruk terhadap kesehatan dibandingkan lemak trans dari sumber alami. Beberapa efek buruk dari lemak trans ini adalah: meningkatkan resiko jantung koroner, meningkatkan resiko stroke, memperburuk penyakit diabetes tipe 2, dll.

Meskipun konsumsi lemak dikaitkan dengan masalah kesehatan, bukan berarti semua jenis lemak harus dihindari. Lemak tetap dibutuhkan oleh tubuh untuk menghasilkan energi, menjaga suhu tubuh tetap hangat, membentuk sel dan hormon, serta menyerap berbagai vitamin.

Konsumsi jenis lemak yang baik, yaitu lemak tidak jenuh (khususnya omega-3 dan omega-6), yang bahkan juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Salah satu jenis pola makan yang banyak menyarankan konsumsi lemak sehat ini adalah diet Mediterania. Contoh sumber lemak tidak jenuh adalah: alpukat, kacang-kacangan, ikan laut, seperti salmon, tongkol, dan tuna, dll. (sumber: alodokter.com)

  • Monosodium Glutamate (MSG)

MSG lebih banyak dikenal di Indonesia dengan micin, mecin, dll. Ini adalah salah satu bahan yang paling umum ditemukan hampir diseluruh makanan di sini. Tidak heran, karena MSG sendiri memang memberikan rasa gurih pada makanan yang dimasak. Namun, karena banyak keuntungannya ini justru malah membuat orang curiga akan efek samping dari konsumsi MSG itu sendiri. Ini yang menjadikan mecin menjadi kontroversial.

Dari sumber mayoclinic.org dinyatakan tidak adanya gejala-gejala seperti: sakit kepala, muka memerah, berkeringat dingin, dll. Dengan efek samping dari MSG itu sendiri.

Dalam penggunaan normal, ternyata tidak ditemukan efek samping serius. Beberapa kasus yang diketahui, beberapa orang ada yang merasakan gejala-gejala dari konsumsi MSG, yang sering disebut dengan Chinese Restaurant Syndrom atau MSG Symptoms Complex. (sumber: healthline.com)