Si Kecil Mulai Makan? Ini Tips Membuat Makanan Bayi yang Sehat

Enam bulan pertama kehidupan bayi sebaiknya diberi ASI eksklusif. Setelah itu, bayi Moms sudah bisa mulai diberikan harus Moms pertimbangkan agar MPASI mengandung gizi yang dapat diserap dengan baik oleh bayi.

Usia pertumbuhan bayi menentukan jenis makanan, tekstur, frekuensi pemberian, hingga takarannya yang cocok. Pada usia enam bulan, bayi sudah mampu menutup mulut dari depan ke belakang mulut dengan lidahnya. Dari sisi tidak dimiliki ASI, seperti zat besi.

Pada tahap persiapan, Moms harus mengenal batasan keamanan pangan bayi. Selain itu, kebersihan bahan makanan, alat, hingga ruang kerja saat membuat makanan perlu diperhatikan. Bayi lebih rentan terhadap penyakit bawaan makanan daripada orang dewasa.

  1. Bahan yang Disiapkan

Ada banyak alternatif bahan makanan bagi si kecil untuk MPASI, tetapi Moms perlu mengenalkannya satu persatu secara perlahan. Beberapa dokter menyarankan agar memberi jeda tiga hari untuk pengenalan bahan baru. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada alergi terhadap bahan makanan tersebut.

Ada banyak pilihan bahan makanan yang bisa Moms kenalkan untuk MPASI, mulai dari sayuran, biji-bijian, buah-buahan, hingga daging.

Sayuran:

Mengenalkan sayuran terlebih dulu lebih baik dibanding buah-buahan yang manis. Dengan cara ini, bayi terbiasa dengan rasa pahit getir yang umum ada pada sayuran. Selain itu, kadar manis dan asin yang berlebih tidak direkomendasikan pada bayi berumur di bawah 12 bulan.

Sayuran terlebih dahulu dimasak dengan cara dikukus atau dipanggang, agar zat gizi yang terkandung di sayuran tidak banyak hilang. Setelah matang, sayuran perlu dihaluskan, baik dengan food maker ataupun garpu.

Biji-bijian dan sereal:

Moms dapat membuat sereal bayi sendiri di rumah dengan menggunakan biji-bijian utuh seperti oatmeal, beras merah, gandum, atau kacang hijau. Moms bisa giling dahulu biji- bijian mentah menjadi bubuk menggunakan blender. Setelah menjadi bubuk, masak dalam

air selama 15 menit sampai terlihat cukup kental dan pekat. Moms juga bisa mengukus seluruh biji-bijian mentah dahulu, baru kemudian dihaluskan.

Buah:

Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat menjadikan buah sebagai MPASI adalah tingkat kematangan buah. Buah terbaik untuk MPASI adalah buah yang sudah matang betul. Sebagian besar buah aman dikonsumsi untuk bayi mulai usia enam bulan. Untuk menjaga kadar gizinya, buah-buahan yang memiliki kulit tidak perlu dimasak. Jadi bisa langsung dikupas dan dihaluskan, seperti pisang dan alpukat. Untuk buah keras lainnya, seperti apel, pir, dan mangga, dapat dipanggang atau dikukus untuk melembutkannya menjadi puree (sup kental).

Daging:

Daging lebih baik dikonsumsi setelah bayi mengenal sayur dan buah, yaitu saat berusia setelah sembilan bulan. Dalam usia ini, organ pencernaan bayi lebih siap memproses daging halus atau daging cincang. Masak daging hingga matang dan haluskan.

Bahan campuran:

Untuk lebih menghaluskan tekstur makanan MPASI saat pertama dikenalkan, Moms bisa menambahkan kaldu, susu formula, atau ASI.

  1. Metode Memasak

Ada beberapa cara memasak MPASI. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal kemudahan cara pembuatan dan nilai gizi.

Mengukus:

Metode ini dinilai baik dalam menjaga gizi yang terkandung dalam makanan. Selain itu, metode ini paling mudah dilakukan. Sisa air dapat digunakan sebagai stok kaldu untuk pembuatan puree.

Merebus:

Cara masak ini tergolong praktis tetapi akan lebih banyak nutrisi yang hilang karena larut dalam air rebusan. Hal ini bisa diminimalisir dengan tetap menggunakan air rebusan untuk campuran MPASI bayi.

Memanggang:

Makanan yang dipanggang dapat mempertahankan sebagian besar nutrisi dan lebih mudah dicerna.

Slow cooker:

Cara ini membutuhkan alat tambahan yaitu Slow Cooker. Prinsip alat ini adalah memasak dengan suhu rendah. Meski membutuhkan waktu memasak yang lama, cara ini dapat mempertahankan nutrisi makanan, rasa, serta tekstur yang khas.

  1. Frekuensi dan Takaran Makan

Setelah bayi genap berumur enam bulan, Moms bisa memberikan MPASI bertahap yaitu dua sampai tiga kali sehari. Setiap makan, takarannya adalah sekitar dua sampai tiga sendok makan.

Pada umur enam sampai delapan bulan, Moms bisa memberikan MPASI bertahap sebanyak tiga kali sehari, dengan dua sampai tiga sendok makan atau setengah cangkir (125 ml) setiap pemberian.

Pada umur sembilan sampai sebelas bulan, Moms bisa memberikan MPASI secara bertahap tiga sampai empat kali sehari, dengan takaran setengah cangkir atau sekitar 125–200 ml.

Sedangkan pada umur 12–24 bulan, Moms bisa memberikan MPASI secara bertahap tiga sampai empat kali sehari, dengan takaran satu cangkir atau sekitar 250 ml.

Menemukan tekstur yang tepat untuk MPASI bayi pada usia tertentu merupakan hal penting. Bayi harus dikenalkan secara bertahap dari makanan yang dominan cair ke makanan yang disaring. Lalu bertahap menjadi makanan yang dicacah saat mendekati usia satu tahun.