Tips untuk Moms Saat Merawat Bayi Baru Lahir

Selamat ya, Moms, atas kelahiran si buah hati. Bayi Moms akan siap mewarnai hidup. Inilah momen Moms menemukan hal-hal baru yang penuh keajaiban. Oleh karena itu, ada baiknya Moms mengetahui fakta seputar bayi yang baru lahir.

  1. Mandikan bayi dengan perlakuan khusus
    Bayi memerlukan perlakuan khusus saat mandi. Mandikan bayi dengan busa halus atau pembersih lembut yang dibuat khusus melindungi kulit sensitif bayi. Hindari menggosok kulit bayi terlalu keras. Moms bisa memberikan sentuhan air hangat tanpa menggunakan sabun terlebih dulu.
  2. Buat jadwal yang disiplin
    Bayi membutuhkan jadwal tetap. Ia berkembang menyesuaikan jadwal yang Moms tentukan. Moms harus memiliki jadwal terbaik, kapan ia istirahat, makan, mandi, menyusui, bermain, dan sebagainya. Ketika pola waktu sudah terbentuk, bayi akan merasa lebih nyaman dan tahu waktu-waktu terbaiknya.
  3. Jaga kebersihan
    Bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dan rentan terhadap infeksi. Jaga kebersihan lingkungan, mulai dari lingkungan rumah sampai tubuh Moms dan anggota keluarga lainnya. Jadi pastikan Moms selalu mencuci tangan. Bisa juga menggunakan hand sanitizer, terutama setelah mengganti popok yang kotor. Gunakan hand sanitizer bebas alkohol.
  4. Beri bayi waktu istirahat yang cukup
    Bayi akan sering terbangun pada malam hari, entah karena kehausan, kepanasan, atau sekadar tidak nyaman. Salah satu solusinya, luangkan waktu istirahat cukup pada siang hari. Rutinitas tidur siang yang sehat malah mampu membuat tidur malam buah hati menjadi lebih baik. Bayi membutuhkan minimal dua kali tidur siang per hari. Lama tidur siang biasanya sekitar 30 menit sampai dua jam.
  5. Perhatikan posisi tidur bayi
    Posisi tidur terbaik bagi bayi adalah terlentang. Jaga posisi ini dengan mengecek tiap beberapa waktu saat bayi sedang tidur. Saat tidur siang singkat pun, letakkan bayi terlentang di punggungnya. Pastikan pula wajah dan kepala bayi tetap terbuka saat tidur. Jauhkan selimut dan penutup lainnya dari mulut dan hidung bayi.
  6. Berikan jadwal rutin untuk memijat bayi
    Pijat penting untuk bayi yang baru lahir, terutama setelah tali pusar terlepas. Dengan pijatan kualitas tidur bayi bisa meningkat. Selain itu bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan aliran oksigen dan nutrisi ke sel. Pijatan Moms akan memperkuat ikatan antara ibu dan bayi. Berikan bayi pijatan seluruh tubuh dua atau tiga kali sehari, selama 10 sampai 15 menit. Gunakan minyak telon yang alami, bebas parfum, dan memberikan kelembaban bagi kulit si kecil, seperti Minyak Telon Air Mancur.
  7. Si kecil punya kulit yang sensitif
    Kulit bayi begitu lembut dan halus setelah lahir. Namun kemudian kulit bayi menjadi kering dan terkelupas dalam waktu singkat. Untuk merawat kulit sensitif bayi, Moms bisa menggunakan lotion bayi hypoalergenic yang bebas pewangi. Jika sedang bepergian, lindungi bayi dari sinar matahari langsung.
  8. Jaga kebersihan popok bayi
    Disiplin dalam mengganti popok menjadi syarat wajib menjaga kesehatan dan kebersihan bayi. Pastikan popok bayi tetap kering, baik itu popok kain, diaper, maupun clodi. Popok yang basah dapat membuat bayi rentan terhadap infeksi serta ruam popok.
    Ganti popok bayi sesegera mungkin setelah buang air besar dan air kecil. Sebelum mengenakan popok baru, bersihkan kulit secara menyeluruh. Biasakan si kecil beraktivitas tanpa diaper, agar memberi kesempatan kulit bernafas.
  9. Perhatikan nutrisi untuk bayi
    Bayi lahir sampai usia enam bulan harus mendapatkan ASI eksklusif. Oleh karena itu, asupan nutrisi bagi ibu menyusui sangat penting. Setelah enam bulan, bayi bisa mulai mencoba makanan pendamping ASI (MPASI).
    Perhatikan gizi yang akan diserap bayi saat mulai MPASI. Kadar manis dan asin yang berlebih tidak direkomendasikan sebelum bayi berusia 12 bulan.
  10. Bantu bayi bersendawa
    Udara yang ikut terkonsumsi bayi saat menyusui dapat mengganggu pencernaan. Ini bisa membuat bayi merasa tidak nyaman dan bahkan menyebabkan sakit perut. Jadi, penting membuat bayi bersendawa untuk mengeluarkan udara berlebih.
    Posisi yang mudah untuk bayi bersendawa adalah dalam keadaan tegak. Tempatkan bayi dalam posisi tegak di bahu dan tepuk punggungnya dengan lembut.
  11. Agar kepala bayi tidak peyang
    Bentuk kepala bayi baru lahir bisa berubah karena tulang tengkoraknya masih fleksibel. Tekanan dalam waktu lama pada salah satu sisi bisa membuat kepala menjadi tidak rata. Biasanya bayi terlahir dengan kondisi kepala yang bulat. Kepala peyang bisa dicegah dengan sesekali merubah posisi kepala bayi secara bergantian miring ke kiri atau ke kanan. Selain itu, bayi mudah tertarik pada benda bercahaya. Jadi rajin-rajin mengubah letak tidur bayi. Misalnya jika jendela tempat masuknya sinar matahari biasanya di kanan bayi, ubah posisi bayi menjadi sebaliknya.
  12. Imunisasi sesuai jadwal
    Moms, jangan lupa disiplin imunisasi sesuai jadwal. Ada 11 imunisasi yang harus didapat bayi umur 0-12 bulan. Lima di antaranya adalah imunisasi dasar yang wajib diberikan kepada bayi 0-12 bulan sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Masing-masing imunisasi sudah ada waktu dan jadwal pemberian sesuai umur yang dianjurkan. Misalnya imunisasi Hepatitis B yang diberikan sedini mungkin pada bayi yaitu kurang dari 12 jam setelah lahir.