HOME    ABOUT US    PRODUCTS    NEWS & EVENT    CONTACT US    CART (0)

Monday, 11/05/2015 10:20 WIB
Lasmi, Kebanggaan Jamu Gendong

Dari Rukun Tetangga Menuju Nasional

Berawal dari keinginan agar para penjual jamu gendong di RT 08/ RW 03 Kuningan Barat terhindar dari persaingan tak sehat, pada 1988, Lasmi membentuk paguyuban yang dikenal dengan “Jamu Gendong Lestari” dimana para anggotanya dapat bersilaturahmi dan saling membantu ketika kesusahan.

Tidaklah mudah bagi wanita kelahiran 1970 ini mengajak para penjual jamu gendong bergabung karena mereka enggan meluangkan waktu dan memilih fokus berjualan saja. Tak patah arang, Lasmi pun mendorong mereka dengan memberi motivasi bahwa ilmu yang didapatkan akan sangat berguna dengan mencontohkan dirinya sendiri.

Tidak hanya sebatas di Kuningan Barat saja, Lasmi juga aktif di “Laskar Jamu Gendong Indonesia” yang telah berbadan hukum dan memiliki ribuan anggota.

 

Berbagi Ilmu

Kaya pengalaman dan pengetahuan tidak membuat Lasmi menyimpannya seorang diri. Rasa bangganya menjadi seorang penjual jamu gendong yang sukses ditularkan dengan cara berbagi ilmu kepada orang lain, bahkan ia pun mendorong rekan-rekan didikannya untuk menjadi pemimpin perkumpulan di wilayahnya masing-masing. Pencipta ramuan Sanapis (Sawi, nanas, jeruk nipis) ini seringkali menjadi pembicara dalam berbagai kesempatan baik di Jakarta maupun luar kota. Tak jarang Lasmi merekomendasikan rekan didiknya untuk menjadi pembicara seperti dirinya.

“Orang kalau punya ilmu pelit tidak akan menemukan ide apa-apa, dari dulu sampai nanti itu saja yang dibikin gak ada yang lain. Saya enggak takut ilmu saya dicuri. Ibu-ibu ini, kalau dia meningkat, saya punya kepuasan tersendiri. Apalagi orang yang saya didik ini bisa maju hampir melebihi saya. Jika ibu itu belum sampai, saya belum puas, karena saya belum berhasil mendidik” cetus Lasmi.

Lasmi yang telah mengoleksi sejumlah prestasi ingin rekan-rekannya juga mengikuti jejaknya meraih kesuksesan. Prestasi terbaru yang diperoleh rekan-rekan didikan Lasmi adalah 4 dari 5 juara kompetisi pembuatan jamu di TMII.

 

Jamu Gendong, warisan Budaya Indonesia

Menurut Lasmi, tukang jamu seringkali dipandang sebelah mata, ia ingin citra penjual jamu dipandang positif.  Terbukti, kini jamu semakin diminati bahkan kementerian pun mengadakan acara minum jamu bersama secara rutin.

Lasmi yang merupakan generasi jamu gendong ke 4 di keluarganya ini berharap jamu gendong dilestarikan karena merupakan budaya Indonesia, bahkan ia juga mendorong anak keduanya, Desy, untuk meneruskan perjuangan sebagai penggiat jamu. Menurutnya, bangsa barat pun belum tentu bisa meniru budaya jamu gendong karena menggendong jamu itu tidaklah mudah.

“Ayo kita lestarikan budaya Indonesia ini dan kita tingkatkan kualitas produk-produk kita. Jelilah memilih produk yang dijual, jangan gunakan merek asal-asalan dan tidak ada nomor BPOM“ ujar penggiat jamu gendong dengan segudang prestasi ini.

(Rizka Amalia – Air Mancur)


  Share